Jelang ISL, Performa Tim Terus Digenjot

Para punggawa Maung Bandung menerima porsi latihan yang cukup banyak di Stadion Siliwangi, Rabu (26/12/2012). Materi yang diberikan a.l maintinace satu dua sentuhan atau bola rapat dan games. Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mangatakan dengan porsi latihan yang diberikan anak asuhnya cukup mengalami peningkatan, terutama pada kerja sama.

Tim Harus Menangkan Laga Perdana

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman akan memaksimalkan sesi latihan menjelang laga perdana Indonesian Super League (ISL) melawan Persipura pada 13 Januari 2013.Djanur mengatakan laga perdana tersebut merupakan pertandingan yang penuh ujian bagi para punggawa Maung Bandung, terutama soal mental.

Naser Al Sebai Akhirnya Datang ke Bandung

Bek asing Asia yang ditunggu-tunggu, Naser Al Sebai akhirnya datang dan mengikuti sesi latihan bersama Persib Bandung di lapangan futsal Asia-Afrika, Selasa (20/11/2012) pagi.

Djanur Puji Skill Naser Al Sebai

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengakui, pemain yang kini membela Tripoli Sporting Club di liga Lebanon tersebut memiliki skill mumpuni.

Naser Akan Dilihat Pada Uji Coba di Ciamis

Pemain belakang asal Siria Naser Al Sebai hanya akan dites satu kali. Ia hanya akan dilihat kemampuannya secara penuh pada laga uji coba Persib Bandung melawan Tanggerang All-Star, di Ciamis, Kamis (22/11) nanti.

Jumat, 30 November 2012

Skuad Persib Optimistis Hadapi IIC

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman optimistis timnya mampu meraih hasil maksimal dalam pertandingan perdana Turnamen Pramusim Inter Island Cup (IIC) melawan Persegres Gresik United, Sabtu (1/12) besok.
Mantan asisten pelatih Rahmad Darmawan di Pelita Jaya Karawang ini mengatakan, hasil pertandingan melawan Gresik United menjadi penentuan untuk mencapai hasil selanjutnya. Ia menargetkan Persib mampu menjadi juara grup sebagai modal awal dalam turnamen tersebut.
“Pertandingan pertama sangat menentukan. Jadi saya ingin menang di pertandingan pertama, karena ini mempermudah langkah kita ke depan,” kata Djanur kepada wartawan, usai memimpin sesi latihan di Lapangan Brigif Cimahi, Kamis (29/11).
Djanur menilai, tim berjuluk “Laskar Samudro” tersebut paling siap ketimbang tim lain. Terlebih Gresik memiliki beberapa pemain berkualitas. Sebab itu, skuad besutan Suharno tersebut harus diwaspadai.
“Gresik menurut saya tim paling siap dan dihuni para pemain yang bagus. Ada Chena, Agus Indra, dan Dirga Lasut. Di depan ada top scorer ISL, Aldo Baretto. Secara tim, mereka bagus dan harus diwaspadai,” sebutnya.
Selain itu, Djadjang mengaku, telah memiliki skema yang akan diterapkannya untuk menghadapi Gresik United. Meskipun begitu, Djadjang akan melihat dulu sesi latihan Jumat (30/11) sebelum memutuskan skema permainan yang akan diterapkan. “Mungkin besok, karena masih ada waktu satu hari lagi. Jadi kita tentukan besok agar lebih matang,” katanya.
Sedangkan mengenai Persegres, Djadjang mengaku sudah mempelajari karakternya. “Saya sudah dapat informasi, kelihatannya formasi mereka sudah bisa dipelajari,” ungkapnya.
Ditanya mengenai pembenahan, Djadjang saat ini tengah berusaha mengikis kelemahan skuadnya. Terutama mengenai masalah transisi di lini tengah, komunikasi lini belakang, dan penyelesaian akhir Kenji Adachihara yang dinilai masih lemah. “Untuk mengatasinya ya dengan latihan. Insya Allah besok ada perbaikan. Mudah-mudahan semuanya bisa teratasi,” ungkapnya.
Sementara itu, mengenai George Parfait Mbida Messi, Djadjang mengatakan, kondisi pemain asal Kamerun tersebut sudah semakin membaik. Terlebih kendala pemain berkepala plontos tersebut hanya mental di luar pertandingan.
“Menurut saya dia sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Di luar lapangan juga makin enjoy. Problemnya selama ini di situ. Dia pemain bagus, punya penguasaan bola, crossing, dan passing yang bagus. Dengan membaiknya kondisi Messi secara mental di luar lapangan, saya berharap dia bisa tampil baik, terutama di turnamen resmi. Kalau saya perhatikan, Messi dan Dzumafo harus tahu betul pertandingan mana yang mengharuskan mereka fight,” tuturnya.

Sudah Kantongi Izin, IIC Siap Digelar di Bandung

Inter Island Cup
Kepolisian sudah merekomendasikan pertandingan pramusim Inter Island Cup (IIC) yang akan digelar di Stadion Siliwangi, Bandung. Kasat Intel Polrestabes Bandung, AKBP Teddy Gusnanadar mengatakan, pihaknya sudah merekomendasikan pertandingan ke Polda Jabar untuk dilanjutkan ke Mabes Polri.
“Rekomendasi sudah keluar dan Mabes sudah memberikan izin. Jadi tidak masalah,” katanya kepada wartawan, Kamis (29/11/2012).
Teddy menjelaskan, pertandingan yang akan digelar pada 2 hingga 9 Desember nanti semua persyaratannya sudah terpenuhi. “Tinggal pelaksanaannya saja. Untuk teknisnya nanti kami akan koordinasikan kembali,” jelasnya.
Dalam pertandingan tesebut, terdapat empat grup yang akan memperebutkan mahkota juara. Grup A dihuni oleh, Sriwijaya FC, PSPS Pekanbaru, Persita Tangerang, dan Persija Jakarta.
Grup B, Persib Bandung, Persidafon Dafonsoro, Persegres Gresik United, dan Persela Lamongan. Sementara di grup C, Arema Indonesia, Persela Lamongan, Persipura Jayapura, dan Persiram Raja Ampat. Terakhir di grup D, ada Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, dan Barito Putera.

Agung Disiapkan Gantikan Supardi

Agung Pribadi
Bek sayap Persib Bandung Supardi tampaknya masih diragukan turun di turnamen Inter Island Cup (IIC) 2012. Pasalnya, cedera paha kanan yang didapat dalam uji coba pekan lalu membuat Supardi harus istirahat cukup lama.
Menurut dokter tim Persib Rafi Ghani, Supardi belum pulih total dari cedera paha tersebut.”Supardi mengalami over kontraksi saat uji coba kemarin di Ciamis,” kata Rafi.
Selain Supardi, pemain lain yang juga berurusan dengan cedera ialah penjaga gawang I Made Wirawan. “Bersama Made yang juga cedera akan dilihat dulu perkembanganyaa hingga Kamis nanti,” tutur Rafi.
Sementara, pelatih Jajang Nurjaman berharap Supardi sudah bisa diturunkan menghadapi laga perdana IIC Cup Grup B menghadapi Persegres Gresik, Sabtu (01/12) mendatang. Soal apakah dirinya menyiapkan pengganti Supardi, hal itu jelas sudah ada dalam benak Jajang.
“Masih ada Agung Pribadi. Agung sebelumnya sudah pernah main di situ.Sekarang saatnya menentukan siapa-siapa pengganti Supardi,” ungkap Jajang.

Naser Ingin Angkat Prestasi Persib

Naser Al-Sabai
Setelah resmi mendandatangani kontrak berdurasi satu musim, Naser Al Sebai bertekad menumpahkan seluruh kemampuannya untuk Persib Bandung, di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013.
Dia mengaku senang akhirnya bisa memperkuat tim kebanggaan bobotoh ini. Sebab, sejak keberangkatannya dari Lebanon usai membela Tripoli Sporting, pemain asal Suriah ini mengaku sangat tertarik membela Maung Bandung.
Terlebih dia sempat merasakan atmosfer pertandingan dibawah dukungan ribuan bobotoh, pada laga uji coba melawan Tangerang All Star, Kamis (22/11) lalu.
“Aku sangat senang akhirnya bisa bergabung dengan Persib. Dari awal datang ke Indonesia, aku memang ingin bermain di sini (Persib). Bahkan saat aku mengikuti seleksi bersama Arema, hatiku tetap ingin ke Persib. Alhamdulillah akhirnya terkabul,” kata Naser, usai penandatangan kontrak di Graha Persib, Jalan Sulanjana Bandung, Selasa (28/11).
Naser juga bertekad akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Dia ingin mempersembahkan prestasi terbaik bagi Maung Bandung. “Aku senang berada di sini (Bandung), mereka sangat baik kepadaku. Aku akan bekerja keras dengan bermain baik. Tapi untuk saat ini aku sedikit membutuhkan waktu untuk beradaptasi,” tandasnya.

Djadjang: PERSIB vs Gresik Bakal Seru

VsPersegres
Pelatih Djadjang Nurdjaman memprediksikan pertandingan pembuka turnamen Inter Island Cup 2012 (IIC) melawan Gresik United akan berlangsung seru. Pasalnya Djadjang menilai waktu persiapan yang dilakukan oleh Gresik United hampir sama dengan dengan lama waktu persiapan yang dilakukan oleh timnya.

Dari segi kekuatan tim, Djadjang mengatakan, Gresik tidak jauh berbeda dengan PERSIB. Banyaknya pemain baru yang berkualitas bisa memberikan suntikan motivasi untuk bersaing dengan PERSIB. "Gresik punya pemain sayap yang bagus. Di sana ada Matsunaga, ada Siswanto juga. Saya yakin mereka akan memanfaatkan kemampuan kedua pemain tersebut disayap," ujar Djadjang.

PERSIB melawan Gresik United akan berlangsung di Stadion Siliwangi Bandung, Sabtu (1/12) pukul 18.00 WIB. Pada laga perdana akan saling berhadapan antara Persepam dan Persidafon pada pukul 15.00 WIB.

Meski menghadapi tim yang cukup kuat, Djadjang mengatakan, dirinya tidak mempersiapkan strategi khusus untuk melawan Gresik. Djadjang yakin anak asuhnya sudah siap dan mengerti siapa lawan yang akan mereka hadapi, begitu juga karakter permainan dari individu-individu pemain yang berada di dalamnya. "Saya pikir dengan sayap-sayap mereka yang cepat, kita sudah bisa memprediksikan seperti apa mereka bermain dan kita sudah harus bisa antisipasi itu," jelasnya.

Ia menekankan bahwa dengan pertandingan yang digelar di Bandung, PERSIB memiliki keuntungan lebih dari dukungan bobotoh. Oleh karena itu, Djadjang berharap timnya mampu bermain ngotot, dan berusaha memenangkan semua pertandingan dengan kerja keras dan kerja sama tim yang baik. "Main di kandang, ingin menang, berarti kita harus bermain menyerang, tapi dengan catatan tidak lupakan pertahanan," ujar Djadjang menjelaskan.***

Kopi ABC Sponsor Kedua PERSIB

Sponsor 1
PT Persib Bandung Bermartabat secara resmi telah menjalin kerja sama dengan PT Santos Jaya Abadi yang membawahi produk Kopi ABC sebagai sponsor baru PERSIB musim depan. Kesepakatan kerja sama secara simbolis berlangsung di Kedai PERSIB, Kamis (29/11). Acara dihadiri Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Muhammad Farhan dan Brand Manager Kopi ABC Abraham Nandiwardhana.

Farhan mengatakan, Kopi ABC menjadi sponsor kedua setelah Daya Adicipta Mustika (DAM). Otomatis, sponsor kopi tersebut menempel pada bagian punggung, sedangkan DAM tetap menjadi sponsor utama di bagian depan. “Sponsor kedua atau Kopi ABC ini menempel di atas nomor punggung, sedangkan yang ketiga di bawahnya. Tapi maaf, kami tak bisa menyebut nilainya,” ujar Farhan.

Selain Kopi ABC, Farhan mengatakan, saat ini PERSIB menjalin kerjasama dengan dua sponsor baru. “Ada dua sponsor baru yang akan menempel di lengan jersey. Indosat salah satu yang masuk sebagai sponsor,” tutur Farhan. Menurutnya, negosiasi dan penggodokan perjanjian kerja sama masih dilakukan terhadap dua sponsor tersebut.

Sementara itu, Abraham mengatakan, kontrak kerja sama dengan PERSIB hingga baru dijalin satu musim yakni hingga 2013. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk musim depan pihaknya bisa memperpanjang kontrak.

“Untuk saat ini sampai 2013. Tapi tidak menutup tahun-tahun berikutnya, kita akan lihat nanti. Tapi yang pasti, selain di Jersey, kita juga akan bekerja sama dengan PERSIB di A Board pertandingan kandang PERSIB,” Jelas Abraham.***

NASER AL-SABAI

PROFIL PEMAIN
Nama
Naser Al Sebai Hlasi
Lahir
14 Mei 1985
Homs, Syria
Tinggi/Berat Badan
183 cm/77 kg
Posisi
Stopper
Nomor Punggung
4
Klub Sebelumnya
SC Tripoli
Bergabung ke PERSIB
2012

22 Pemain dan Nomor Punggungnya

Persib Starting XI
Bek asal Suriah, Naser Al Sebai yang merupakan pemain ke-22 bergabung dengan PERSIB Bandung akan mengenakan kostum dengan menggunakan nomor punggung 4. Pada musim lalu, nomor punggung ini dipakai Wildansyah yang sudah memutuskan hengkang dari PERSIB. Naser dan nomor punggungnya akan turut diperkenalkan bersama 21 pemain lainnya pada acara launching tim PERSIB di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum Bandung, Jumat (30/11).***
NPG Nama Posisi
NPG Nama Posisi
4 Naser Al Sebai Hlasi Belakang
21 Aang Suparman Belakang
5 Maman Abdurahman Belakang
22 Supardi Natsir Belakang
6 Abanda Herman Belakang
23 M. Ridwan Tengah
7 Atep Tengah
24 Hariono Tengah
9 Airlangga Depan
30 Rizky Bagja Kiper
11 Kenji Adachihara Depan
55 Cecep Supriyatna Kiper
12 Shahar Ginanjar Kiper
66 Asri Akbar Tengah
13 M. Agung Pribadi Belakang
69 Sigit Hermawan Depan
15 Firman Utina Tengah
78 I Made Wirawan Kiper
16 Tony Sucipto Tengah
80 Mbida Messi Tengah
18 Jajang Sukmara Belakang
99 Herman Dzumafo Epandi Depan

Kamis, 29 November 2012

Persib Selalu Ada di Hati Shahril

“Persib selalu ada di hati Shahril”. Itulah kalimat pertama yang diutarakan pencetak dua gol kemenangan tim nasional (timnas) Singapura, Shahril Ishak, saat melibas Malaysia tiga gol tanpa balas di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (25/11), saat membicarakan Persib Bandung.

Licin, tangguh, kuat dalam duel-duel bola atas adalah gambaran kecil bomber bernama lengkap Muhammad Shahril bin Ishak tersebut. Insting memanfaatkan peluang yang ada di mulut gawang lawan pun, sudah dibuktikannya dalam laga perdana AFF Suzuki Cup 2012 Grup B.

“Persib selalu ada di hati Shahril. Dan pastinya saya sangat ingin sekali berkeinginan untuk kembali bermain di Persib. Tapi memang sampai saat ini belum lagi ada tawaran yang datang. Baik dari Persib atau klub-klub Indonesia manapun,” ungkap Shahril saat berbincang dengan SINDO, di Palace of Golden Horses Hotel, Kuala Lumpur, kemarin.

Maung Bandung, julukan Persib, bukanlah klub asing bagi penyerang berusia 28 tahun tersebut. Shahril sempat berseragam Persib pada musim kompetisi 2010 -2011. Namun sayang, saat itu talenta yang dimilikinya bisa dibilang terbuang percuma, karena dirinya kerap menghuni bangku cadangan.

Karier Shahril pun terbilang seumur jagung di klub kebanggaan masyarakat Kota Kembang tersebut, karena di Persib dirinya hanya bertahan selama enam bulan. Setelah meninggalkan Persib, Shahril memilih bermain di Medan Chips salah satu klub Liga Primer Indonesia (IPL), sebelum pada akhirnya kembali ke Singapura.

“Mungkin waktu itu saya sempat merasa sedikit kecewa. Sebab, saya selalu dicadangkan terus dan tidak diberikan kesempatan untuk bermain. Saya merasa, saat itu saya tidak bisa menunjukan kemampuan secara maksimal,” sesal Shahril, saat mengingat masa-masa masih berseragam Persib.

Banyak hal menurut Shahril yang membuat dirinya begitu kepincut dengan klub yang saat ini ditukangi Djajang Nurjaman tersebut. Selain kota Bandung yang begitu disukainya, dukungan dari para Bobotoh, nama suporter fanatik Persib, tidak bisa dilupakan penyerang yang saat ini juga bertindak sebagai kapten The Lions, julukan timnas Singapura.

“Pastinya teman-teman Bobotoh saya ada disana. Mereka selalu memberikan dukungan penuh kepada saya. Hal itu yang sama sekali tidak pernah bisa saya lupakan sampai saat ini. Fanatisme luar biasa yang selalu mereka berikan untuk Persib, membuat saya selalu rindu dengan haln itu,” tutup Shahril.

PROFIL
Nama Lengkap ; Muhammad Shahril bin Ishak Tempat dan Tanggal Lahir ; Singapura, 23 Januari 1984 Posisi ; Gelandang Serang

KARIER SENIOR
2003 -2006 ; Young Lions
2007 – 2010 ; Home United 2010 -2011 (6 Bulan) ; Persib Bandung
2011 ; Medan Chiefs
2012 ; Lions XII
2013 ; Terengganu FA

KARIER TIMNAS
2003 - ; Singapura

Sabtu, 24 November 2012

Pekan Depan, Kontrak Todd Howarth Beres

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengakui kontrak pemain asing anyar Persib, Todd Howarth diperkirakan akan selesai pada pekan depan.

Pemain asal Australia tersebut lolos seleksi setelah tim pelatih Persib Bandung kedatangan tiga pemain asing Asia, diantaranya Todd Howarth, Naser Al Sebai (Suriah), dan Mahmoud Mansouri (Iran).

"Ya mudah-mudahan minggu depan kontrak Todd Howard sudah selesai semua," kata Umuh dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (24/11/2012) malam.

Todd Howarth merupakan pemain yang sebelumnya memperkuat Perth Glory Australia. Pemain dengan posisi bek itu kali pertamanya merumput dikompetisi sepakbola Indonesia.

Djanur Butuh Ketenangan Howarth

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengatakan, tim pelatih akhirnya memilih Todd Howarth karena membutuhkan ketenangan yang dimiliki bek asal Australia ini.

Menurutnya, ketenangan Howarth diharapkan bisa meminimalisasi kepanikan yang kerap ditunjukan dua bek lama Maman Abdurahman dan Abanda Herman.

"Kita tahu, pemain belakang suka panik. Karena itu, setelah berembuk dengan staf pelatih, saya putuskan merekomendasikan Howarth. Itu setelah melihat penampilannya di Ciamis," kata Djadjang, Sabtu (24/11/2012).

Selain penampilannya yang tenang, Djanur tentu saja tidak mengabaikan kualitas teknik mantan pemain Perth Glory ini. Djadjang mengatakan, Howarth juga merupakan pemain yang mengandalkan teknik dalam bermain.

"Satu hal lagi, Howarth juga mampu bermain di beberapa posisi. Selain stoper, dia juga bisa jadi gelandang bertahan dan bek sayap," tambahnya.

Supardi: Dengan Todd Howarth Belum Merasa Enak

Meski belum resmi dikontrak manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), pemain Persib Bandung sudah mulai menaruh harapan tinggi kepada Todd Howarth, salah satunya Supardi.

Mantan pemain Sriwijaya FC ini berharap, kehadiran pemain asal Australia tersebut di Persib, dapat semakin mengkokohkan benteng pertahanan tim dalam membendung serangan tim lawan di kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013, yang bergulir 5 Januari mendatang.

"Saya pengennya, dengan adanya dia (Todd) pertahanan kita tambah kuat. Sebagai pemain belakang, saya ingin kita tidak kebobolan," kata Supardi kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Sabtu (24/11/2012).

Disinggung mengenai pertandingan perdananya bersama Todd, saat menggilas Tangerang All Stars 4-1, kamis lalu. Pemain asal Bangka ini mengaku belum begitu maksimal, terlebih dirinya hanya bermain 40 menit akibat cedera paha kaki kiri.

"Sama Todd belum merasa enak. Kan kemarin saya cuma main 40 menit. Mungkin kalau sudah beberapa kali game, baru kerasa enak. Mungkin juga kemarin dia masih capek, jadi belum maksimal," ucapnya.

Sementara mengenai tipikal permainan Todd dan Jamie Coyne, dari apa yang dilihat Supardi menilai keduanya memiliki karakter yang berbeda. Todd lebih cenderung mengandalkan teknik, ketimbang Coyne yang memiliki kecepatan.

"Gaya main sama Coyne beda. Sekilas saya lihat, dia (Todd) lebih ke teknik," pungkasnya.

Supardi Berpeluang Bisa Diturunkan di IIC

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman akhirnya bisa bernafas lega karena pemain andalannya Supardi berpeluang tampil di turnamen Inter Island Cup (IIC), yang digelar 1 Desember mendatang.

Sebelumnya, bek sayap kanan Maung Bandung tersebut mengalami cedera kaki kiri saat membela timnya dalam pertandingan uji coba, menghadapi Tangerang All Stars di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis sore lalu.

Supardi mengaku, saat ini dirinya masih menjalani proses terapi untuk mempercepat penyembuhan cedera, agar dapat segera bermain kembali.

"Sekarang lagi terapi. Sekarang masih merasakan sakit. Tapi kapan pulihnya, saya belum tahu," ujar Supardi kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Sabtu (24/11/2012) siang.

Sementara di sisi lain, Dokter Tim Rafi Gani memprediksi, Supardi tidak akan mengalami cedera yang panjang. Apalagi dari hasil fisioterapi terakhir, pemain asal Bangka tersebut tidak mengeluh adanya masalah di kaki kirinya.

"Dari hasil fisioterapi enggak ada masalah. Besok dia kita suruh renang dan Senin kita minta dia coba sprint. Kemarin itu, saat lari hamstring kaki kirinya merasa pegal seperti mau kram. Tapi sekarang sudah tidak ada masalah," jelas Rafi.

Disinggung mengenai hal ini, Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) pun optimistis pemainnya tersebut dapat tampil di IIC 2012.

"Enggak lah. Saya yakin dia cepat pulih. IIC juga masih lama. Dia pasti bisa main," tandasnya.

Djanur Bawa 22 Pemain di IIC, Howarth Wajib Ikut

Menyambut turnamen Inter Island Cup di awal Desember nanti, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku akan memboyong 22 pemain, termasuk pemain asal Australia Todd Howarth.

Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) menjelaskan khusus untuk Todd, dirinya akan meminta mantan pemain Perth Glory tersebut harus ikut serta dalam babak penyisihan Grup B, hingga 6 Desember mendatang.

"Semua pemain kita daftarkan. Ada 22 pemain yang kita bawa, termasuk Howarth. Dia juga akan ikut sampai penyisihan grup, soalnya tanggal 6 katanya mau pulang dulu ke Australia," ujar Djanur kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Sabtu (23/11/2012) siang.

Mengenai empat pemain magang yang masih bergabung bersama Maung Bandung, mantan asisten pelatih Pelita Jaya musim lalu ini menegaskan tidak akan dibawa dalam turnamen tersebut tanpa memaparkan alasan yang jelas.

"Pemain magang enggak kita bawa. Cukup 22 pemain saja yang dibawa untuk Inter Island," tandasnya.

Persib Belum Resmi Kontrak Todd Howarth

Todd Howarth memang sudah diajukan oleh tim pelatih Persib kepada manajemen PT Persib Bandung Bermarabat (PT PBB). Hanya saja pemain yang berposisi sebagai bek itu, belumlah resmi dikotrak oleh Persib karena harus menunggu keputusan akhir dari manajemen.
Hal itu wajar sebab dalam sebuah tim tak terkecuali di Persib, manajemen memang yang paling berhak menentukan keputusan akhir soal perekrutan seorang pemain.
Ketika dimintai konfirmasinya, pelatih Djajang Nurdjaman tidak membantah hal tersebut. Menurut Djajang, semua keputusan perekrutan pemain adalah hak manajemen.
Pada posisi ini tim pelatih hanya bertugas menilai seorang pemain berdasarkan kebutuhan tim secara teknis dan kemampuan yang dimilikinya. Mengenai anggaran yang disediakan, tim pelatih tidak terlalu banyak mengetahui.
“Jadi saat saya menginginkan seorang pemain, saya tidak terlalu mempertimbangkan nilai kontraknya karena itu memang urusannya manajemen. Mudah-mudahan saja, budget yang disediakan bisa memenuhi harga kontrak yang diinginkan Todd” ungkap Djajang Nurdjaman, Sabtu (24/11/2012).
Manajemen Persib mungkin sedang mempertimbangkan secara matang tentang perekrutan Todd. Pasalnya menurut informasi yang berhasil dihimpun, nilai kontrak Todd memang sedikit lebih mahal dari Naser Al Sebai.
Namun Djajang Nurdjaman menyakini, jika Todd mampu mengawal lini belakang Persib dengan baik sekaligus memiliki kemampuan dalam membantu serangan timnya.
“Dengan ketenangan, postur ideal dan skill individu yang bagus, Todd akan menutupi kekurangan kami di lini pertahanan. Seperti diketahui, sektor tersebut menjadi titik lemah kami selama ini, bahkan sejak ISL musim lalu. Para pemain belakang, masih selalu terlihat tegang saat berhadapan satu lawan satu” tegas Djajang.
Sementara itu ketika dimintai komentarnya, penasihat teknik Persib Indra Thohir menilai Todd dan Naser memang sosok untuk mengisi kekurangan lini belakang Persib.
Indra Thohir juga percaya, jika tim pelatih Persib sudah memiliki penilaian terhadap pemain yang menjadi pilihannya.
“Pertimbangan detilnya, pelatih pasti lebih mengetahui sebelum menentukan pilihan pada pemain terbaiknya” ungkap Indra Thohir.

Persib Tunggu Kejelasan Inter Island Cup

Inter Island Cup 2012
Kendati rilis jadwal pertandingan babak penyisihan grup turnamen Inter island Cup 2012 sudah diberikan PT Liga Indonesia kepada seluruh klub peserta beberapa waktu lalu, namun hingga kini masih belum ada kejelasan terkait pelaksanaan pertandingan.
Kendati masih buram, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku tetap mempersiapkan timnya untuk menghadapi pertandingan 1 Desember nanti, meski pertandingan kontra Persegres Gresik United tersebut masih belum jelas.
“Kita tetap akan mengikuti jadwal yang sudah diberikan. Sekarang kita sedang melakukan pematangan tim untuk pertandingan tanggal 1 Desember nanti,” ujar Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Jumat (23/11/2012) sore.
Jika IIC 2012 diundur, pihaknya pun tetap akan mengikuti ketentuan yang diterapkan PT LI. Terlebih turnamen ini merupakan gelaran resmi yang dibuat, sebagai ajang pemanasan bagi para peserta kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013.
“Kalaupun diundur, itu persoalan lain. Walaupun kita sudah persiapkan tim untuk main tanggal 1. Kita tetap ikuti saja dan mempersiapkan tim, untuk menghadapi pertandingan di jadwal yang baru,” tutupnya.

Jumat, 23 November 2012

Todd Howarth Bidik Kostum Nomor 4 Persib

Kendati masih menunggu kesepakatan kontrak dengan Persib Bandung, pemain asal Australia Todd Howarth sudah membidik nomor punggung yang akan dipakainya nanti.

“Saya senang bisa bergabung dan berharap dapat segera dikontrak Persib. Tidak untuk sekarang mungkin besok,” kata Howarth ditemui di mes Persib, Sabtu (24/11).

Pemain kelahiran Perth, 25 Januari 1982, ini mengaku ingin memakai nomor 4 sebagai nomor punggung. “Nomor 4. Saya kira itu nomor bagus. Bukan karena ada hal khusus, saya pikir nomor itu belum ada yang memakainya,” katanya.

Nomor 4 memang belum ada yang memakai setelah musim di akhir musim 2010-2011 dipakai bek Wildansyah.

Saat disinggung soal status di klub lamanya, Perth Glory, Howarth mengaku sudah tak ada kendala. “Kontrak saya sudah selesai sejak 3 bulan lalu,” pungkasnya.

Manajemen Persib sendiri masih melakukan negosiasi kontrak dengan Howarth.

Persib Masih Negosiasi Kontrak Todd Howarth

Tood Howarth
Untuk masalah kontrak, pemain yang baru lolos seleksi di Persib Bandung, Todd Howarth belum menemukan kesepakatan. Akan tetapi, jika tidak ada pilihan,Persib akan beralih kepada pemain seleksi lainnya Naser Al Sebai.

“Itupun jika memang deal dengan kami. Masih ada kemungkinan Naser jika tidak ketemu negosiasi dengan manajemen,” ungkap pelatih Persib Jajang Nurjaman ditemui di Stadion Siliwangi, Sabtu (24/11).

Menurut Jajang, Howarth dipilih setelah tim pelatih melakukan pertemuan sore kemarin. “Sekali lagi tim pelatih menunjuk dia untuk diproyeksikan sebagai bek tengah,” jelasnya.

Howarth sendiri saat ini masih berada di Bandung dan jika memungkinkan, Howarth akan terus bersama Persib sampai Inter Island Cup (IIC) 2012.

Kamis, 22 November 2012

Naser Al Sebai Kepincut Main di Indonesia

Meski tampil memuaskan kala menjalani uji coba bersama Persib Bandung menghadapi Tangerang All Stars di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012) sore, nasib Naser Al Sebai masih belum pasti karena Pelatih Djadjang Nurdjaman belum bisa membuat keputusan.

Kendati demikian, Naser mengaku senang dan mulai tertarik untuk bermain di Indonesia. Dia menilai sepak bola Indonesia tak sesulit seperti apa yang dia bayangkan sebelumnya. Menurutnya, atmosfer pertandingan sangat bagus dan patut dicoba.

"Saya pikir iklim sepak bola di sini sangat sulit, rupanya nggak. Di sini sangat menarik," ujar Naser kepada wartawan di Hotel Tyara Plaza, Kamis (22/11) malam.

Dia pun berharap, dirinya memiliki kans besar untuk direkrut Maung Bandung, menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013.

"Saya harap bisa bermain di sini. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik," tandasnya.

Naser-Todd Sama-sama Bagus, Djanur Butuh Waktu

Menghadapi Tangerang All Stars di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012) sore, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman langsung menurunkan dua pemain asing Asia yang tengah mengikuti seleksi, Naser Al Sebai dan Todd Howarth.

Namun nyatanya, tidak mudah menentukan siapa yang akan direkrut karena keduanya tampil cemerlang dalam pertandingan kali ini. Hal ini membuat Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) harus betul-betul mengkaji, siapa yang akan disodori kontrak.

"Dua-duanya bagus. Sampai saat ini perlu dikaji betul-betul, sehingga saya tidak menjatuhkan pilihan yang salah," ujar Djanur kepada wartawan di Hotel Tyara Plaza, Kamis (22/11).

Disinggung apakah perlu digelar uji coba lagi untuk menguji keduanya, mantan asisten pelatih Pelita Jaya ini menilai hal tersebut bisa saja terjadi. Tetapi yang pasti, dia mengaku kedua pemain ini jauh lebih baik ketimbang pemain seleksi sebelumnya dari Iran, Mahmoud Mansouri.

"Saya tinggal menentukan. Sekarang lagi dipikirkan untuk menggelar game internal Sabtu pagi. Kalau uji coba lagi, nggak perlu. Soalnya khawatir pemain cedera. Dari keduanya, Mahmoud kita putuskan nggak," ucapnya.

Kendati demikian, Djanur mengakui tak punya banyak waktu dalam memilih di antara kedua pemain tersebut, mengingat deadline pendaftaran pemain dalam kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013 yang ditenggat PT Liga Indonesia pada Jumat malam.

"Makanya saya juga bingung. Soalnya pendaftaran terakhir Jumat malam, jam 12. Kita harus pikirkan secepatnya. Belum lagi Todd mau pulang Sabtu pagi. Nanti diusahakan apa tiketnya bisa diundur atau nggak. Keputusannya pasti kita berembug dulu dengan asisten dan penasihat teknik. Walaupun keputusannya ada di saya. Ya besok siang kita meeting untuk menentukannya," tutupnya.

Tampil Perdana, Todd dan Naser Menuai Pujian

Meski baru pertama kali melakoni pertandingan perdana bersama Persib Bandung kontra Tangerang All Stars di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012) sore lalu, dua pemain seleksi Todd Howarth dan Naser Al Sebai langsung menuai pujian dari Manajer Umuh Muchtar.

Dia mengatakan, dua legiun asing Asia tersebut mampu tampil baik dalam menjaga pertahanan Maung Bandung. Umuh pun menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Pelatih Djadjang Nurdjaman dalam merekrut pemain.

"Saya senang melihat pertandingan barusan (Kamis, 22/11/2012). Apalagi dua pemain ini (Todd-Naser). Keputusan ada di Pak Djadjang. Dua-duanya pemain yang bagus. Kalau Naser yang kepilih, kita tinggal bicara dengan agennya. Antara tanggal 23-25, langsung kita urus," kata Umuh kepada wartawan di Hotel Tyara Plaza, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012) malam.

Mengenai permainan tim, manajer berusia 63 tahun ini mengaku senang karena Atep dan kawan-kawan mulai klop. Kendati sempat kebobolan lebih dulu, Umuh menilai hal tersebut tidak masalah. Malah menurutnya lebih bagus, untuk meningkatkan mental bertanding para pemain.

"Pertama memang saya berharap kita kemasukan dulu. Ini kan hanya uji coba. Biar mereka bangkit. Setelah kebobolan, semua bisa lihat mereka mulai main bagus. Ini bagus untuk mental tanding. Tapi, untuk pertandingan resmi jangan sampai kebobolan," pungkasnya.

Todd-Naser Tampil Baik, Indra Thohir Bingung

Dua pemain seleksi Persib Bandung, Todd Howarth dan Naser Al Sebai yang dimainkan Pelatih Djadjang Nurdjaman dalam uji coba kontra Tangerang All Stars di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012) sore, diakui Penasihat Teknik Indra Thohir tampil bagus.

Dia pun tak menampik, butuh pertemuan khusus dalam menentukan siapa yang akan dipilih dari kedua legiun asing Asia tersebut.

"Konsep pertandingan ini cuma 'menjual' pemain belakang. Ternyata dua-duanya bagus, walaupun mereka baru ketemu. Oleh karena itu, harus dirapatkan dulu sebelum menentukan siapa yang akan dipilih," ujar Thohir kepada wartawan di Stadion Galuh, Kamis (22/11) sore.

Dia mengatakan siapapun yang dipilih bukan sebuah masalah, mengingat kedua pemain tersebut adalah pemain berkualitas. Disinggung mengenai pemain asal Iran, Mahmoud Mansouri. Pelatih yang pernah membawa Maung Bandung juara Liga Indonesia I 1994/1995 silam ini menilai, pemain tersebut tak perlu dibahas, karena Todd dan Naser lebih menjanjikan.

"Siapapun yang dipilih, keduanya bagus. Tapi kita harus pilih dan menentukan. Mahmoud nggak perlu dibahas," ucapnya.

Mengenai Tangerang All Stars, Thohir mengakui lawan yang dihadapi Maung Bandung kali ini kualitasnya masih jauh dari Atep dan kawan-kawan. Sehingga performa kedua pemain seleksi tersebut belum 100% teruji.

"Lawan masih belum. Tapi kita harus lihat konsep bermain mereka. Memang idealnya harus ada lawan yang imbang, untuk mengetahui kemampuan mereka sepenuhnya," imbuhnya.

Disinggung mengenai satu gol yang bersarang di jala Persib, dia menilai konsentrasi pemain di menit awal masih lemah. Hal ini masih menjadi titik perbaikan yang harus dilakukan Pelatih Djadjang Nurdjaman, sebelum menghadapi kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013. "15 menit awal dan akhir, harus hati-hati. Kita harus konsentrasi, karena di titik itu sangat rawan," jelasnya.

Sementara mengenai menurunnya serangan di sayap kanan, sejak Supardi ditarik keluar dan diganti oleh M Agung Pribadi di penghujung babak pertama akibat cedera, dia menilai hal tersebut tidak masalah. Terbukti, Agung mampu menjalankan tugasnya dengan baik. "Nggak masalah. Masih tetap jalan walaupun Supardi cedera. Agung bisa gantiin dengan baik," pungkasnya.

Naser: Saya Jalani Laga Berat

Naser Al-Sabai
Naser Al Sebai, yang mengikuti seleksi di Persib Bandung, Kamis (22/11), menyebut laga uji coba melawan Tangerang All Stars sebagai pertandingan berat.

Dikatakan pemain asal Syria itu, penampilan terbaik sudah ia tunjukkan dalam laga yang berkesudahan 4-1 untuk kemenangan Persib tersebut.

“Saya senang datang ke Indonesia. Pertandingan hari ini merupakan pertandingan yang berat. Saya pernah main di Asia, tapi belum pernah melakukan pertandingan yang berat seperti ini,” ujar Naser saat ditemui di Hotel Tyara, Kabupaten Ciamis.

Ia juga menyebut penonton di sini sangat bagus. Meski hujan mengguyur pertandingan tersebut, dirinya mengaku penonton luar biasa dalam memberikan dukungan.

Nasib Naser sendiri, jadi dikontrak atau tidak, masih menunggu keputusan pelatih Jajang Nurjaman. Sebab, selain dirinya, ada pula Todd Howarth asal Australia yang mengikuti seleksi.

“Saya tidak tahu, mungkin besok keputusannya. Saya rasa sudah bermain bagus,” ungkapnya.

Ia pun menyerahkan semua pada Jajang. “Saya tidak tahu. Keputusannya ada di pelatih,” tandas Naser.

Howarth Enjoy Tampil Bersama Persib

Todd Howarth
Bek asal Australia Todd Howarth tampak sangat menikmati bermain untuk Persib Bandung. Howarth mengungkapkannya usai tampil dalam laga uji coba melawan Tangerang All Star di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11).

Howarth, yang cukup ramah meladeni pertanyaan wartawan, menyatakan puas dengan penampilannya di laga tersebut. "Saya merasa kita bermain bagus hari ini. Kita dapat menguasai bola dengan bagus dan menciptakan peluang di depan gawang. Saya senang dengan permainan tim," ujar pemain yang pernah mempekuat Perth Glory tersebut.

Pemain berusia 30 tahun yang merupakan kompatriot Jamie Coyne itu pun menyatakan bahwa kontraknya dengan klub lamanya sudah usai. Lalu, saat ditanya, dari skor 1-10, berapa nilai penampilannya di pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Persib 4-1 tersebut, Howarth menyebut dirinya mendapat nilai 7.

Ia pun mengaku tak hanya ingin menunjukkan kualitasnya dalam laga yang disaksikan puluhan ribu Bobotoh tersebut. "Saya bisa menyesuaikan dengan permainan Persib, tapi tentu masih ada waktu untuk lebih baik lagi. Buat pendukung mungkin sedikit kecewa karena janji saya untuk tidak kebobolan tidak tercapai," tegasnya.

Howarth berharap dalam beberapa hari ke depan akan mendapat kejelasan mengenai statusnya di klub berjuluk Maung Bandung. "Saya berharap penonton senang. Pelatih juga senang," pungkasnya.

Cedera Supardi Terus Dipantau Hingga Dua Hari Ke Depan

Supardi
Bek sayap kanan Persib Bandung, Supardi, mengalami cedera di bagian paha kanan. Cedera tersebut didapatnya saat diturunkan dalam uji coba menghadapi Tangerang All Star di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11). Mantan penggawa Sriwijaya FC itu pun harus dipantau kondisinya hingga dua hari ke depan.

Diungkapkan dokter tim Persib, Rafi Ghani, Supardi mengalami cedera saat melakukan sprint. “Otot pahanya tertarik dan sekarang masih merasa pegal. Satu-dua hari ini kita pantau dulu,” ujar Rafi ketika ditemui di Hotel Tyara Plaza.

Rafi menambahkan bahwa cedera yang dialami Supardi di menit ke-40 itu terjadi bukan akibat benturan. “Tidak ada benturan pada pemain. Otot pahanya seperti kram, apalagi karena pengaruh kondisi lapangan yang terguyur hujan,” terangnya.

Tindakan medis yang akan diberikan kepada Supardi, lanjut Rafi, ialah melakukan observasi. “Kalau ada perkembangan, lanjutannya adalah melakukan fisioterapi, tapi dari awal kejadian sampai sekarang rasa nyerinya berangsur berkurang,” jelasnya.

Indra Thohir Akui Ada 15 Menit Rawan

Indra Tohir
Meski berhasil memenangkan laga uji coba menghadapi Tangerang All Star 4-1 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11) sore, konsentrasi Atep dan kawan-kawan masih perlu diperbaiki lagi.

Hal itu berdasarkan gol yang terjadi di menit ke-5 oleh Fereansyah. Penasihat teknik Persib Bandung Indra Thohir menilai kebobolannya gawang Shahar tersebut terjadi ketika para pemain kurang berkonsentrasi.

“Ya itu biasa lah, karena sepakbola itu 15 menit awal dan akhir memang termasuk rawan. Kita harus konsentrasi di dua situasi itu,” ungkap Thohir.

 Menurutnya, dari segi lawan sudah memberikan perlawanan. “Tapi, kita lebih melihat konsep bermain kita tadi,” katanya.

Menurut Thohir, dari hasil uji coba terakhir tersebut, yang tujuannya sebagai pemantapan sebelum turun ke turnamen Inter Island Cup (IIC) 2012, tim Persib sudah mengalami peningkatan dalam permainan.

“Saya lihat sudah ada peningkatan dari segi permainan. Keluarnya Supardi yang cedera dapat digantikan Agung dengan cukup baik tadi,” tandasnya.

Jajang Sebut Mbida Messi Sudah Lebih Baik

Mbida Messi
Nahkoda Persib Bandung Jajang Nurjaman tampaknya masih melakukan eksperimen dalam laga uji coba melawan Tangerang All Star di Stadion Galuh, Ciamis, Kamis (22/11) sore ini. Hal itu tampak terlihat sejak menurunkan skuad di babak pertama.

Dalam kesempatan itu, Jajang mengaku menurunkan pola 4-4-2 dengan mengandalkan dua pemain bertipikal gelandang serang di tengah, Mbida Messi dan Firman Utina.

“Tadi bermain 4-4-2 memang lebih produktif. Tiga gol kita ciptakan saat main dengan 4-4-2. Dan satu gol saat masuknya Asri Akbar kita bermain ke kembali semula 4-2-3-1,” tutur Jajang.

Ia pun mengaku puas dengan performa Mbida Messi yang sanggup bermain lebih ke dalam.

“Saya tadi mencoba, Messi bisa tidak bertindak menjadi seorang gelandang bertahan. Ternyata Messi tadi bisa dan bermain baik. Perkembangannya pun Messi sudah semakin baik,” ucap mantan asisten pelatih Pelita Jaya ini.

Jajang menambahkan, kemampuan Messi perlahan mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. “Dari dribling, penguasaan bola lalu dari postur tubuhnya juga sudah membaik,” tukasnya.

'Naser dan Howarth Sama-sama Bagus'

Todd Howart dan Naser Al-Sabai
Duo legiun asing yang mengikuti seleksi Persib Bandung, Kamis (22/11) ini memuaskan rasa penasaran staf pelatih. Naser Al Sebai (Syria) dan Todd Howart (Australia) dinilai pelatih Persib Jajang Nurjaman menunjukkan performa sama bagusnya.

“Naser punya kecepatan sedangkan Howarth punya teknik yang baik,” kata Jajang ditemui usai uji coba melawan Tangerang All Star di Stadion Galuh, Ciamis, Kamis (22/11).

Dalam laga uji coba tersebut, lapangan Galuh diguyur hujan deras. Meski begitu, skor akhir 4-1 menjadi miliki tim berjuluk Maung Bandung.

“Kedua-duanya baik. Ya, untuk memilih keduanya saya juga pasti akan minta masukan ke rekan-rekan asisten pelatih, itu pasti dilibatkan. Agar semuanya benar-benar matang,” sambung Jajang.

Mantan pemain Persib era 80-an ini pun mengaku akan mengadakan pertemuan besok siang untuk membahas siapa pemain yang layak dikontrak Persib.

“Besok siang kita mau meeting untuk menggodok dan mempertimbangkan siapa yang akan kita pilih,” tuturnya.

Disinggung soal kriteria pemain belakang, Jajang mengaku menginginkan pemain yang lebih tenang dan tidak gampang panik. “Harus didampingi dengan pemain seperti itu. Tadi dari Naser dan Howarth salah satunya saya lihat ada sosok yang kita harapkan,” tandasnya.

Ronggo Cetak Gol Tepat di Hari Ulang Tahun

Airlangga
Airlangga Sucipto merasakan momen kebahagiaan dalam uji coba Persib Bandung melawan Tangerang All Star 4-1. Selain meraih kemenangan, pemain yang akrab disapa Ronggo pun mampu menyumbang satu gol di hari ulang tahunnya yang ke-26.

“Alhamdulillah, hari ini dapat kesempatan langka. Di hari spesial saya bisa memberikan kemenangan tim Persib. Juga bisa menyumbang gol,” ungkap Airlangga ditemui usai pertandingan.

Sesaat sebelum mencetak gol di menit ke-82, Airlangga juga mendapat kepercayaan menjadi kapten. Hal itu terjadi setelah Atep ditarik keluar dan rekannya tersebut yang menyerahkan langsung ban kapten.

Pemain yang sudah berkostum Persib sejak 2008 lalu mengaku tak berharap lebih di hari ulang tahunnya kali ini. “Setiap pertandingan punya target ingin memberikan kemenangan dan cetak gol. Saya juga maksimalkan berapa pun menit bermain,” kata mantan pemain Deltras Sidoarjo itu.

Ia pun mengaku mempersembahkan golnya untuk orang-orang yang terkasih. “Gol untuk keluarga, istri dan anak saya. Untuk teman saya yang juga terkena bencana agar tetap tabah,” tandasnya.

Persib Bakal Lakoni Persiapan Terakhir IIC

Persib Bandung terus melakukan persiapan jelang turun menghadapi turnamen Inter Island Cup (IIC) 2012 yang digelar 1 Desember mendatang. Atep cs akan melakoni uji coba melawan Tangerang All Star di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012).

Pelatih Jajang Nurjaman mengatakan, laga uji coba diharapkan menguji kemampuan anak asuhnya yang ingin mendapat hasil maksimal di IIC nanti. “Kalau lawannya ternyata tidak sesuai harapan kita akan adakan internal pada Sabtu depan untuk persiapan terakhir IIC,” ungkap Jajang, Rabu (21/11).

Mengenai kekuatan lawan, Jajang belum terlalu memikirkannya. “Saya juga nggak tahu para pemain lawan, soalnya ini kan hanya uji coba jadi kita lihat bagaimana pertandingannya,” kata mantan asisten Pelita Jaya itu.

Sebelumnya, Persib sudah melakoni sembilan laga uji coba dengan menang sebanyak 8 kali, sekali kalah dan tidak pernah berakhir imbang. Dalam kesempatan ke Ciamis kali ini Jajang pun membawa skuad lengkap berjumlah 21 pemain.

Menurutnya, dengan membawa pasukan lengkap nanti akan digunakan untuk mematangkan formasi dan juga menyeleksi dua pemain asing. “Pertandingan nanti sifatnya uji coba. Sekalian menyeleksi dua pemain baru kita,” terangnya.

Pemain yang ikut seleksi adalah Naser Al Sebai asal Syria. Sedangkan satu lagi merupakan Todd Howarth berasal dari Australia.

Persib Tumbangkan Tangerang All Star 4-1

Persib vs TAS
Maung Bandung sukses membekap Tangerang All Star dalam laga uji coba di Stadion Galuh, Ciamis, Kamis sore (22/11) dengan skor 4-1.

Di babak pertama, pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman menurunkan skema 4-4-2. Dua pemain seleksi Naser Al Sebai (Suriah) dan Todd Howarth (Australia) diturunkan sejak menit pertama.

Kejutan langsung terjadi di lima menit pertama ketika Fereansyah mampu lepas dari kawalan Naser dan berhasil mengecoh Shahar. Tangerang All Star unggul 1-0 lebih dulu.

Hanya berselang enam menit, Persib mulai bangkit. Tendangan Herman Dzumafo Epandi setelah menerima umpan matang dari M Ridwan mampu mengubah kedudukan menjadi 1-1 di menit 11. Persib mampu mencetak gol sekaligus mengubah kedudukan 2-1 setelah Atep mampu menceploskan bola pada menit 20 memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Ridwan.

Gol ketiga Persib akhirnya lahir dari Muhammad Ridwan. Di menit 29 Mbida Messi mampu memberikan umpan terobosan kepada Ridwan. Pemain bernomor punggung 23 itu mampu mengelabui kiper Tangerang All Star, Sophian Hadi.

Hingga turun minum, skor tetap bertahan bagi keunggulan Persib 3-1 untuk sementara. Sebelumnya, Supardi ditarik keluar di menit 40 karena mengalami cedera.

Di interval kedua, sejumlah peluang berhasil diciptakan Atep dan Messi. Hanya saja keadaan masih belum berubah. Pergantian dilakukan Persib dengan memasukkan Tony Sucipto menggantikan Jajang Sukmara di menit 59, Asri Akbar menggantikan Kenji pada menit 60, Cecep Supriatna menggantikan Shahar menit 65 serta Hariono menggantikan Messi menit 68.

Kondisi hujan terus mengguyur Stadion Galuh. Kondisi lapangan yang licin serta aliran bola menjadi terlihat begitu berat. Atep pun masuk menggantikan Airlangga Sucipto. Airlangga pun langsung menyumbangkan gol di menit 82 dan mengubah skor menjadi 4-1. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua, skor 4-1 tetap bertahan.

Naser atau Howarth, Abanda: No Comment

Howath dan Naser
Soal calon tandemnya untuk menghadapi kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2013, yang kini tengah ikut seleksi, Naser Al Sebai dan Todd Howarth, Abanda Herman memilih enggan berkomentar banyak.

Dia mengatakan siapapun yang masuk dalam tim Persib, termasuk Mahmoud Mansouri. Diharapkan mampu memberikan yang terbaik bagi tim.

"No comment. Kita di sini untuk buat Persib lebih baik. Kalau ada pemain yang bisa bantu, itu bagus," katanya kepada wartawan di Hotel Tyra Plaza Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11) siang.

Sementara itu, sejak ditukangi Pelatih Djadjang Nurdjaman, banyak perubahan yang dialami Persib Bandung. Salah satunya adalah berubahnya gaya permainan tim, yang kini cenderung mengandalkan bola-bola pendek.

Bek Maung Bandung Abanda Herman mengakui dirinya pun mulai merasakan efek dari metode yang diterapkan Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman). Dia pun tak menampik, gaya permainannya pun mulai berubah menjadi lebih baik.

"Ya, saya akui gaya permainan saya berubah. Sebagai pemain, siapapun pelatih yang datang. Saya pasti akan ikuti instruksi yang diberikan pelatih. Persib sekarang lebih main ball possession. Kemarin terlalu banyak bola atas. Sekarang kita banyak menguasai bola. Ini buat tim kita kuat, karena bisa pegang bola lama. Menurut saya ini bagus untuk tim," ujar Abanda.

Abanda Akui Persib Banyak Berkembang

Abanda Herman
Palang pintu Persib Bandung Abanda Herman mengatakan saat ini banyak perubahan yang sudah dialami timnya.

Legiun asing asal Kamerun ini mengatakan hingga saat ini kerja sama timnya sudah mulai meningkat. Kendati musim ini Pelatih Djadjang Nurdjaman membongkar 60% timnya dari musim lalu.

"Menurut saya, sekarang Persib sudah semakin bagus. Kerja sama dengan teman-teman sudah jalan. Walaupun banyak pemain baru, tapi mereka punya pengalaman di kompetisi. Jadi tidak banyak kesulitan. Adaptasi juga sudah berjalan dengan baik. Termasuk di lini belakang," kata Abanda kepada wartawan di Hotel Tyara Plaza, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012) siang.

Pemain bernomor punggung 6 ini berharap dengan progres peningkatan yang sudah dialami timnya, diharapkan mampu memberi hasil positif saat menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013 yang bergulir 5 Januari mendatang.

"Yang paling penting kita bisa mulai kompetisi dengan hasil positif. Karena di awal itu yang buat tim kita kuat," tandasnya.

Yudi Guntara Nilai Persib Masih Butuh Striker

Yudy Guntara
Mantan pemain Persib Bandung Yudi Guntara menilai selain membutuhkan pemain belakang, Maung Bandung juga memiliki kekurangan di lini depan.

Paling tidak, menurutnya, pemain depan tersebut memiliki karakter seperti Keith Kayamba Gumbs atau Alberto 'Beto' Goncalves.

"Selain itu, saya rasa Persib juga butuh menambah striker satu orang lagi yang tipikalnya kayak Gumbs, Beto, atau Noh Alam Shah. Soalnya menurut saya bahaya kalau Kenji nggak ada, atau Dzumafo nggak ada karena cedera atau akumulasi kartu," kata Yudi saat dihubungi INILAH, Rabu (21/11).

Sementara itu, saat disinggung mengenai turnamen IIC yang akan dihadapi Maung Bandung pada awal Desember nanti, Yudi berharap Djanur dapat mengukur kekuatan tim untuk menghadapi ISL.

"Turnamen seperti itu sangat bagus untuk Persib, agar bisa mengukur kekuatan tim. Kelemahan pasti tahu dari sana. Semuanya bisa kelihatan, mulai dari individu, kerja sama, fisik, teknik, dan skill. Pelatih juga jadi tahu, strategi apa yang paling tepat untuk digunakan. Saya yakin, musim ini Persib akan jauh lebih baik. Walaupun saya masih sedikit bertanya-tanya, kenapa Zulkifli Syukur, Along, dan Jendry tidak diperpanjang kontraknya," tandasnya.

Babak I, Persib Ungguli Tangerang All Stars 3-1

Menghadapi Tangerang All Stars dalam laga uji coba di Stadion Galuh, Kabupaten, Ciamis, Kamis (22/11/2012) siang, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman langsung memasang dua pemain seleksi, Naser Al Sebai dan Todd Howarth di lini belakang sejak menit awal.

Bertanding dibawah guyuran hujan, Maung Bandung langsung menekan di menit awal pertandingan. Keasyikan menyerang, Atep dan kawan-kawan justru dikejutkan gol cepat Fereansyah di menit ke 5. Berawal dari aksi individual, penyerang andalan Tangerang All Stars ini berhasil memanfaatkan celah yang ditinggalkan Naser dan Todd.

Tanpa kesulitan, pemain bernomor punggung 9 ini langsung melepas tembakan kaki kanan ke arah pojok kanan gawang, tanpa mampu diblok oleh kiper Persib, Shahar Ginanjar. Skor sementara pun berubah untuk keunggulan Tangerang All Stars 1-0 atas Persib.

Tersentak oleh gol tersebut, Persib berusaha bangkit. Namun upaya yang dibangun barisan depan, dengan mengandalkan Kenji Adachihara dan Herman Dzumafo Epandi masih mampu dipatahkan barisan pertahanan lawan, yang memasang dua legiun asing sebagai stopper, Vali Khorsandi dan OK Jhon.

Kesulitan dari tengah, Persib pun mengandalkan permainan dari sayap kanan. Tetapi kembali, kerja sama yang dibangun Muhammad Ridwan dan Supardi melalui crossing-crossing panjang, belum mampu dimaksimalkan dengan baik oleh para penyerang.

Tetapi, akhirnya upaya yang dibangun dari sayap kanan membuahkan hasil. Menerima umpan terobosan dari Ridwan, Supardi langsung menusuk sisi sayap pertahanan dan langsung melepas umpan silang. Bola pun mengarah ke mistar gawang dan berusaha ditepis kiper Tangerang All Stars, Sophian Hadi. Namun, bola tip yang dilakukannya justru mengarah ke depan Dzumafo. Tanpa ragu, legiun asing asal Kamerun ini melepas tendangan keras kaki kiri di menit 11 dan sekaligus merubah kedudukan menjadi 1-1.

Tak lama berselang, Persib kembali mendapat peluang. Kembali dari sayap kanan, Ridwan langsung melepas umpan tarik ke mulut gawang dan langsung disambar Atep melalui sundulan, untuk diteruskan kepada Dzumafo. Tapi sayang, tendangan voli kaki kiri mantan pemain PSPS Pekanbaru ini masih jauh melenceng di atas mistar gawang.

Memasuki pertengahan babak pertama, Persib akhirnya berhasil berbalik unggul. Melalui aksi individu yang dilakukan Ridwan, mantan pemain Sriwijaya FC ini langsung melepas tembakan keras kaki kanan. Tendangannya pun berhasil ditepis Sophian. Tetapi, bola rebound langsung disambar Atep yang berlari kencang dari sayap kiri. Kedudukan pun kembali berubah 2-1 di menit 21, berkat gol pemain asal Cianjur tersebut.

Di menit 29, Persib kembali menambah pundi golnya, melalui kaki Ridwan. Gol ini berawal dari kerjasama ciamik yang dilakukan barisan lini tengah. Sulit menembus pertahanan lawan, George Parfait Mbida Messi melepas umpan kepada Ridwan yang lolos dari jebakan offside. Tanpa hadangan, pemain asal Semarang ini langsung menggiring bola ke kotak penalti dan mengecoh kiper Tangerang All Stars. Sukses mengelabui penjaga gawang, Ridwan langsung melepas tembakan mendatar untuk merubah kedudukan menjadi 3-1 untuk keunggulan Maung Bandung.

Jelang turun minum, Maung Bandung harus kehilang satu pemain andalannya. Supardi terpaksa digantikan oleh M Agung Pribadi di menit 40, akibat cedera yang dialaminya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor keunggulan Maung Bandung 3-1 masih tak berubah.

Rabu, 21 November 2012

I Made Wirawan Ingin Memperbaiki Rekor Bersama Persib

Made Wirawan
Kiper tim nasional (timnas) Indonesia yang kini bergabung dengan Persib Bandung, I Made Wirawan siap mempertahankan gawang “Maung Bandung” dan memperbaiki rekor kebobolan. Hal itu menjadi target Wirawan setelah bergabung dan bermain untuk Persib Bandung. Dengan target itu, Wirawan perlu bekerja keras untuk bisa beradaptasi dengan teman-temannya di Persib, sebelum melakukan pertandingan sebenarnya. Dia pun mengaku senang bisa bergabung tim sebesar Persib Bandung.
“Pasti sangat senang bisa bergabung dan langsung berlatih dengan Persib. Mudah-mudahan saya bisa memperbaiki kekurangan di Persib,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Mes Persib, usai melakukan latihan rutin di Pusdik Armed, Kota Cimahi, Selasa (23/10).
Walaupun baru melakukan latihan pertama, Wirawan mengatakan, akan berusaha mengejar ketertinggalannya. Terlebih, ia merasa sangat perlu adaptasi dengan program-program latihan yang baru untuknya.
“Mudah-mudahan enggak ada kesulitan. Karena saya perlu adaptasi dengan teman-teman baru, program latihan yang baru dan lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut dokter tim Persib Bandung, Raffi Ghani, Wirawan tidak akan melakukan tes kesehatan ulang. Sebab ia sudah melakukannya sewaktu training center (TC) bersama pemain timnas lainnya di Malang.
“Made sepertinya tidak melakukan tes kesehatan ulang. Nanti saya koordinasi dan minta data ke dokter timnas di sana,” ujar Raffi.
Dikatakannya, serangkaian tes kesehatan wajib dijalani setiap para penggawa baru skuad Persib. Namun khusus pemain timnas tampaknya tidak diharuskan. “Ya semua pemain baru harus melewati tes kesehatan. Tapi untuk pemain timnas sepertinya tidak harus, karena sudah dites sewaktu di sana,” katanya.
Meskipun begitu, Raffi tetap akan melihat riwayat tes kesehatan pemain timnas versi KPSI tersebut. “Tetap riwayat tes kesehatan kita lihat. Seperti pemeriksaan body fat (lemak tubuh, red) dan kesehatan,” pungkasnya.

Djanur: Tak Ada Yang Perlu Diwaspadai

Djajang Nurdjaman
Menghadapi Tanggerang All Stars pada laga ujicoba di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (22/11/2012) sore, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku tidak akan melakukan penjagaan khusus. Djanur hanya berharap, Atep dan kawan-kawan dapat tampil sesuai kemampuan masing-masing.
"Tidak ada yang harus diwaspadai. Kita bermain sesuai dengan kemampuan masing-masing saja," kata Djanur kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Rabu (21/11/2012).
Tangerang All Stars sendiri dikabarkan akan diperkuat beberapa pemain asing. Seperti, Ok John, Vali Khorsandi, Afsin Parasaei, Prince Kabir Bielo, Javad Moraddi, serta pemain lokal, Agus Salim, Wawan Hendarawan, Feriansyah, Farid Alfaridzi, dan Ramadhan yang disebut-sebut pernah bermain untuk PSMS Medan.
Seperti diketahui, laga eksebisi kali ini merupakan pertandingan ke 10 yang akan dilakoni Maung Bandung dalam persiapan tim jelang kompetisi ISL 2013, 5 Januari nanti. Hingga kini, diakui Djanur, masih ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi.
Dia berharap, kekurangan seperti konsentrasi dan kerjasama tim dapat diperbaiki dalam laga kontra Tangerang All Stars kali ini. "Konsentrasi masih jadi kelemahan kita. Itu juga kita benahi melalui pertandingan uji coba. Mudah-mudahan sebelum Inter Island, kita sudah betul-betul siap dan segala kekurangan dapat dikurangi," pungkasnya.

Djanur Berharap Tangerang All Stars Lawan Sepadan

Djajang Nurjaman
Melakoni laga uji coba kontra Tangerang All Stars di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012) sore, harapan tinggi diusung Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman.
Pelatih yang akrab disapa Djanur ini berharap, skuad besutan Arcan Iurie yang akan dihadapi Atep dan kawan-kawan, bisa memberi perlawanan sengit. Dengan demikian, dirinya bisa mengetahui perkembangan tim sebelum melakoni laga perdana turnamen Inter Island Cup kontra Gresik United, 1 Desember mendatang.
Tangerang All Stars sendiri dikabarkan akan diperkuat beberapa pemain asing. Seperti, Ok John, Vali Khorsandi, Afsin Parasaei, Prince Kabir Bielo, Javad Moraddi, serta pemain lokal, Agus Salim, Wawan Hendarawan, Feriansyah, Farid Alfaridzi, dan Ramadhan yang disebut-sebut pernah bermain untuk PSMS Medan.
"Mudah-mudahan saja nanti Tangerang All Stars sesuai apa yang kita harapkan, karena sekarang sangat sulit mencari lawan yang sepadan. Dengan lawan yang sepadan, kita bisa menguji tim kita," kata Djanur kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Rabu (21/11/2012).
Dia pun berharap, kedua legiun asing yang tengah ikut seleksi, Naser Al Sebai dan Todd Howarth pun juga dapat teruji dalam laga uji coba kali ini. Jika tidak, keduanya akan kembali diikutsertakan dalam game internal yang rencananya bakal digelar Sabtu nanti.
"Kalau lawannya sama saja seperti yang kemarin, mereka kita coba lagi di game internal," tegasnya.

Persib Langsung Boyong Howarth ke Ciamis

Todd Howarth
Todd Howarth, pemain Perth Glory berkebangsaan Australia yang telah lama ditungu-tunggu akhirnya tiba di Indonesia. Untuk melihat kemampuannya, Todd yang mengaku baru tiba di Bandung Selasa (20/11/2012) sore , langsung diboyong ke Ciamis.

Dia akan dilihat kemampuannya dalam laga ujicoba melawan Tangerang All Star Kamis (22/11/2012) besok. "Baru kemarin sore datang, dan baru pagi ini ke mess Persib. Sebelumnya sudah ada pemberitahuan uji coba," kata Todd di Mess Persib Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Rabu (21/11/2012).

Selain itu, pemain yang memiliki perawakan tinggi dan telah membela Perth Glory selama enam tahun ini mengaku, mengetahui klub Persib Bandung dari rekannya yang juga mantan pemain Persib Bandung Robby Gaspar dan Jamie Coyne yang batal bergabung dengan Persib.

Diceritakan Todd, Robby Gaspar pernah mendongengkan soal nama besar Persib. Menurut Robby, kata dia, Persib adalah salah satu tim terbaik dan salah satu klub besar di Indonesia dengan jumlah pendukung yang fantastis.

"Saya tahu Persib dari teman baik saya Robby Gaspar dan Jamie Coyne. Mereka bilang Persib adalah tim besar dan tim yang bagus," jelasnya.

Todd sendiri mengaku sudah tidak sabar untuk mengetahui kebenaran yang dikatakan oleh sohibnya itu. Soalnya, kata Todd, selain tim besar dengan pendukung yang fanatik, Persib sendiri dihuni oleh pemain-pemain kawakan dengan skill yang sudah tidak perlu diragukan lagi.

Untuk itu, jika jadi dikontrak dirinya pun berjanji untuk tidak mengecewakan tim yang akan dilamarnya ini. "Saya akan mengeluarkan kemampuan yang saya punya, tegasnya.

Ditambahkan Todd, apa yang diceritakan oleh rekannya Robby Gaspar itu sangat sesuai dengan apa yang dia harapkan, pasalnya, Todd mengakui kalau dirinya sangat menyukai apabila dapat bergabung dengan klub besar di negara manapun itu. Terlebih, bekas klubnya Perth Glory merupakan salah satu klub raksasa di negeri kangguru.

"Saya suka klub besar yang mempunyai pendukung dan penontotn yang banyak. Dan saya sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu," ujar pemain yang membawa Perth Glory ke Semifinal kompetisi sepak bola profesional Australia ini sambil pergi terburu-buru.

Djanur Ingin Hapus Mitos di Persib

Djanur
Tidak ada yang menyangkal Persib Bandung merupakan salah satu tim besar di Indonesia. Nama besar yang dimiliki tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini pun menjadi magnet bagi para pemain.

Hampir seluruh pemain berkeinginan masuk dalam tim yang berdiri pada 1933 silam ini, baik pemain lokal maupun pemain asing. Namun, di balik nama besar tersebut ada mitos Persib merupakan tim 'pembunuh' karir pemain. Pemain bagus pun kerap dinilai bermain buruk jika bergabung dengan Persib.

Disinggung mengenai masalah ini, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menilai banyak faktor yang menyebabkan hal seperti ini terjadi. Salah satunya karena tingkat kedisiplinan yang diterapkan cukup rendah.

"Saya sudah sadar dengan mitos itu. Waktu masih jadi pemain, saya sudah tahu soal ini. Tapi saya rasa awalnya dari kedisiplinan. Disiplin sangat berpengaruh. Buktinya sekarang, Atep beberapa kali berkomentar mulai ada rasa kekeluargaan dalam tim. Pemain datang on time. Tidak ada yang telat. Nggak ada blok-blokan dalam tim. Dari dulu saya sudah berandai-andai, PR saya dari dulu ingin melepas hal itu dan menghapus mitos itu," papar pelatih yang akrab disapa Djanur ini kepada wartawan di Mes Persib Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Selasa (20/11/2012).

Selain meningkatkan disiplin, mengenai mitos ini pun dia sampaikan kepada para pemain, agar termotivasi untuk menjaga performa mereka. Bahkan kata Djanur, tekanan dari berbagai pihak yang menuntut Persib berprestasi, seharusnya jangan menjadi beban pemain. Melainkan jadi pemacu semangat untuk lebih baik.

"Saya juga sudah bilang kepada mereka untuk berupaya memecahkan masalah ini. Ini tantangan untuk mereka dan menjadi senjata untuk menjaga performa. Selain itu, kadang dukungan dan dorongan bobotoh juga berpengaruh. Tapi hal seperti jangan dijadikan beban. Kalau tidak, ya malah makin menurun," ucapnya.

"Sebenarnya tidak hanya disini. Dulu Firman (Utina) waktu masih di Persita sempat menurun kemampuannya. Bahkan nggak dipanggil timnas lagi. Tapi setelah itu dia mulai bangkit lagi dan naik sampai sekarang," tandas Djanur.

Djanur Boyong Seluruh Pemain ke Ciamis

Djanur
Menghadapi Tangerang All Stars dalam laga uji coba di Stadion Galuh Kabupaten Ciamis, Kamis (22/11/2012) nanti, Persib Bandung memboyong seluruh pemain, termasuk dua pemain seleksi Naser Al Sebai dan Todd Howarth.

Bahkan pemain yang tengah cedera sekalipun, I Made Wirawan juga tetap diboyong oleh Pelatih Djadjang Nurdjaman ke Ciamis.

"Ke Ciamis kita bawa semua pemain. Made juga kita bawa, walaupun dia masih cedera," kata Djanur kepada wartawan di Mes Persib Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Selasa (20/11/2012).

Mengenai Kenji Adachihara dan Herman Epandi Dzumafo, Djanur mengatakan sudah tidak ada masalah. Dua legiun asing tersebut dipastikan turun, menghadapi tim besutan Arcan Iurie nanti.

"Kenji dan Dzumafo sudah bagus. Tidak ada masalah. Saya tidak bisa mengukur berapa persen kondisi mereka sekarang. Tapi saya rasa mereka sudah siap main," tutupnya.

Persib Bandung Boyong 2 Pemain Asing Untuk Gantikan Jamie Coyne

Duo Asia
Persib Bandung sudah menemukan dua kandidat pemain yang akan menggantikan Jamie Coyne yang batal dikontrak karena indispliner. Mereka yakni Todd Howarth dan Naser Al Sebai. Dua pemain asing itu siap diadu untuk posisi sebagai bek tengah.  "Untuk jatah stopper, stok pemain lokal tidak mencukupi karena hampir semua klub ISL memakai jasa pemain asing," kata pelatih Persib, Jajang Nurjaman, di Bandung, Rabu (21/11). "Juga karena banyak striker asing bertubuh besar di tim lain sehingga bek di kita juga harus menyesuaikan."  Howarth merupakan pemain yang merumput di klub A-League, Perth Glory. Sedangkan Naser bergabung di klub Tripoli SC dan sebelumnya pernah membela Al Karamah, klub runner up Piala AFC 2009.  Nantinya Howarth dan Naser akan diikutkan dalam laga uji coba melawan Tangerang All Star di Stadion Galuh, Ciamis, Kamis (22/11). "Mereka ikut uji coba. Karena Jumat libur, kita akan pantau keduanya sampai Sabtu nanti," kata Jajang.  Jamie Coyne didepak bulan lalu setelah ia mangkir di rangkaian jui ciba yakni saat melawan PSGC Ciamis (12/10) dan Persibangga Purbalingga (14/10). Eks bintang Sriwijaya FC itu dilepas karena meminta nilai kontrak terlalu tinggi. Salah satunya yakni fasilitas apartemen senilai Rp 120 juta sementara Persib hanya sanggup Rp 60 juta.  "Ya, Jamie kita lepas. Saya sudah bicara dengan manajemen, dan kita sudah sepakati untuk mencari pemain lain sebagai penggantinya. Alasan melepas Jamie karena ada hal yang tidak disepakati dikontrak," ujar Jajang, 13 Oktober lalu. "Kita tidak mau ambil resiko, jadi kita lepas saja Jamie, daripada nanti ada masalah lagi. Kita cari saja pemain lain yang kualitasnya lebih dari dia. Agennya siap membantu mencari pemain yang lebih bagus, dan pekan depan dia akan dibawa ke Bandung."

Selasa, 20 November 2012

Sayap Kiri Persib Mulai Imbangi Sektor Kanan

Latihan
Menghadapi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013, berbagai persiapan sudah dijalani Persib Bandung untuk mematangkan timnya.

Salah satunya meningkatkan permainan di sayap kiri, untuk mengimbangi gaya main cepat yang diterapkan oleh sektor kanan. Menilik masalah ini, Pelatih Djadjang Nurdjaman mengaku sudah ada perbaikan yang ditunjukkan Atep, Tony Sucipto, maupun Jajang Sukmara di sayap kiri.

"Sudah mulai ada perbaikan. Memang belum begitu bagus seperti di kanan. Hal seperti ini masih butuh waktu. Tidak mudah membuat gaya main seperti di sayap kanan. Supardi dan Muhammad Ridwan kan sudah terbiasa, makanya mereka bisa main enak," ujar Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) kepada wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Selasa (20/11/2012).

Kendati demikian, Djanur tak menampik masih ada kekurangan di sektor kiri. Pengertian antar pemain diakuinya masih lemah.

"Tapi memang pengertiannya masih belum. Tapi sabar saja, pasti ada waktunya," tutupnya.

Sejarah Persib Bandung

Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

Akhirnya setelah penantian selama kurang lebih 17 tahun, Persib Bandung akhirnya meraih satu trofi yaitu CELEBES CUP 2012 dengan mengalahkan Sriwijaya FC di final pada tanggal 04 November 2012 di Stadion Siliwangi dengan skor 1 - 0, Gelar ini tentu saja memberikan efek yang sangat baik untuk skuad persib bandung yang sebentar lagi akan dihadapkan pada kompetisi sesungguhnya yaitu Indonesian Super League (ISL), Kemenangan melawan Sriwijaya juga mengukuhkan Persib sebagai Juara CELEBES CUP 2012 setelah pada tahun 2011 Juara CELEBES CUP adalah Makassar United. Semoga pencapaian ini tidak menjadikan skuad Persib menjadi puas diri, ini merupakan sebuah awal dari perjalanan yang panjang musim 2012 nanti, semoga hasil yang begitu baik ini menjadi obat bagi para jutaan bobotoh yang telah menantikan sekian lama sebuah gelar. Kita doakan PERSIB BANDUNG MENJADI KAMPIUN ISL 2012. Amin :)

Stadion dan Mess

Hingga saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk memainkan laga kandangnya. Setelah sebelumnya memakai Stadion Siliwangi.
Pada Indonesian Super League 2008/2009, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tidak lagi mengeluarkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai "home-base" hingga akhir musim kompetisi.
Berdasarkan permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun Sarana Olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini diproyeksikan untuk menjadi home-base Persib serta untuk menyelenggarakan SEA Games tahun 2011 nanti. Stadion ini juga direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Saat ini, kontrak pembangunan stadion yang rencananya akan diberi nama Stadion Utama Sepakbola Gedebage ini telah diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar. Diperkirakan, pembangunan stadion ini akan memakan waktu 883 hari.
Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli diadakan rencana renovasi tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual kaos Persib dll. Rencana ini menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan mengosongkan lahan bisnis mereka.
Sejak diresmikan, pernah bocor dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum lagi masalah rumput lapangan yang mengering karena terlamess persib sudah beberapa kali mendapatkan masalah. Atap ruang VIP di mess itu sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas. Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.

 

Prestasi

 Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah dalam pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

Nasional

Liga

Juara (5): 1937, 1961, 1986, 1990, 1994
Runner-up (8) : 1933, 1934, 1936, 1950, 1959, 1960, 1982/1983, 1984/1985
Juara (1): 1994–95

Piala

  • Piala Persija
Juara (1): 1991
  • Piala Kang Dada
Juara (1): 2008
  • Piala Celebes
Juara (1): 2012

Internasional

Perempat Final (1): 1995
 

Suporter

Persib Bandung memiliki penggemar fanatik yang menyebar di seantero provinsi Jawa Barat dan Banten, bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, mengingat catatan historis sebagai tim kebanggaan dari ibu kota provinsi Jawa Barat. Penggemar Persib menamakan diri sebagai Bobotoh. Pada era Liga Indonesia, Bobotoh kemudian mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok pecinta Persib seperti Viking Persib Club, Bomber, Rebolan, Jurig Persib, Casper dan Persib-1337. Viking Persib Club Hooligan Persib, memiliki hubungan yang sangat kelam dengan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Sudah banyak peristiwa maupun insiden-insiden yang terjadi akibat permusuhan abadi dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian maupun PSSI dan PT Liga Indonesia pun sudah berulangkali meminta Viking dan The Jak untuk berdamai. Namun, sama sekali tak ada titik terang untuk mendamaikan mereka. Pada saat Persib dan Persija bertemu, biasanya pihak Polda Metro Jaya (bila pertandingan akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno) dan pihak Polwiltabes Bandung (bila pertandingan akan berlangsung di Stadion Siliwangi atau di Stadion Si Jalak Harupat) akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan izin pertandingan tersebut karena begitu besarnya potensi terjadinya kerusuhan antara suporter kedua tim. ACAB